jump to navigation

“Mind Eye” Dan Kesigapan Mengantisipasi Kemungkinan Februari 7, 2009

Posted by amriltg in renungan.
Tags: ,
1 comment so far

“Your Mind’s Eye is your “mental television”, the personal channel you can tune in to see what could happen if the unexpected occurs. When you use your Mind’s Eye, you “look” at how situation might turn out, using a “questioning attitude” : to ask “WHAT could happen IF the unexpected occurs?” and HOW can this job be done more safely?”

–Tutorial Training STOP (Safety Training Observation Program) for Supervision (copyright by Dupont, 2004)

Minggu lalu (Jum’at 23/1) , saya dan sejumlah kawan menjadi peserta pelatihan sehari STOP (Safety Training Observation Program) for Supervision yang dilaksanakan secara internal dikantor tempat saya bekerja oleh Divisi Health, Safety & Enviroment. Modul pelatihan diambil dari materi pengantar STOP for Supervision yang dibuat oleh Du Pont. Suasana pelatihan berlangsung lebih interaktif karena disajikan pula video pengantar tiap membahas sebuah bab dari modul.

Pelatihan yang saya ikuti ini memberikan begitu banyak pemahaman dan wawasan baru tentang bagaimana usaha yang dapat kita lakukan untuk tetap memelihara spirit “Safety is Yours” yaitu tanggung jawab keselamatan adalah berada pada diri kita masing-masing. Pak Erick Wattimena, HSE Manager PT. NOV Indonesia menyampaikan materinya secara santai, komunikatif dan memikat disertai contoh-contoh aplikatif di lapangan.

Saya tertarik dengan uraian soal “Mind Eye” seperti yang diutarakan pada awal artikel ini. Kemampuan deteksi untuk “membaca” tanda-tanda awal bahaya bila sesuatu yang tidak diharapkan terjadi, secara sensitif melalui “mata fikiran”, perlu senantiasa diterapkan dalam kehidupan keseharian dan tidak sebatas pada aktifitas dikantor atau di pabrik saja.

Kemampuan ini dibangun dengan senantiasa bertanya pada diri sendiri, dampak apa yang timbul jika sesuatu yang tak diharapkan terjadi? Bagaimana pekerjaan dapat dilakukan secara lebih aman dan selamat dengan antisipasi lebih dini atas kemungkinan buruk yang dapat terjadi?

Sebenarnya ini bukanlah sebentuk sikap paranoid, namun lebih pada sebuah sikap waspada pada kemungkinan terburuk dengan membaca gejala-gejala tak wajar yang ada disekeliling kita. Kondisi lantai yang licin dan basah misalnya, merupakan sebuah gejala awal yang berpotensi menyebabkan seseorang celaka karena tergelincir. Dan untuk itu dibutuhkan upaya preventif untuk menghindari kecelakaan fatal itu.

(lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.