Sebuah Memori Tentang Kekuatan dan Ketabahan Hati Januari 22, 2009
Posted by amriltg in keluarga, kenangan.Tags: kekuatan, ketabahan hati
add a comment
MATAHARI belum menampakkan sinarnya dan kabut masih membayang tipis , pada pagi yang riuh di Pintu Gerbang masuk Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea, suatu hari di bulan Agustus 1989. Bentakan, makian dan seruan para senior membahana, bergemuruh menikam langit menyambut kedatangan mahasiswa baru untuk menjalani masa OPSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) hari pertama.
Dengan menumpang motor dinas HONDA WIN, saya diantar ayah menuju kampus. Semalaman saya sama sekali tidak bisa tidur dan terbayang-bayang “pembantaian” yang bakal saya alami oleh jajaran senior Fakultas Teknik yang terkenal keras itu. Diatas motor yang melaju pelan menuju kampus, saya tidak dapat menyembunyikan kegundahan hati saya. Jarak tempuh dari rumah kami di Maros menuju ke kampus Tamalanrea sekitar 25 km. Beberapa kali saya sempat memperbaiki letak duduk di sadel motor sekedar menepis kegusaran yang melanda hati.
Ayah saya mengendarai motornya dengan kecepatan konstan. Tenang dan penuh perhitungan. Saya tak tahu apakah keresahan yang sama juga beliau rasakan seperti yang saya alami saat itu. Tangan kiri saya menggenggam erat sebuah balon gas berwarna biru dan dipundak kanan saya sebuah tas karung terigu yang berisi keperluan saya selama OPSPEK. Saya mengenakan kaos merah bertuliskan “Kacung OPSPEK Teknik UNHAS 1989″ dan scarf bergambar tengkorak yang juga berwarna merah diikat menyelubungi kepala saya yang gundul plontos.
Saat motor yang kami tumpangi sampai kedepan gerbang kampus, saya tak juga turun dari sadel motor. Ketakutan seketika melingkupi batin saya. Ayah lalu menoleh kebelakang.dan berseru tegas.
“Turun !”
Dengan perasaan enggan, saya turun dari motor. Teriakan dan hardikan para senior terdengar kencang, menciutkan nyali. Ayah lalu memandang saya tajam. Sorot matanya terlihat deras mengalirkan spirit keyakinan.
