jump to navigation

Buat Para Ayah Yang Menyimpan Resah Dengan Senyum Merekah Januari 31, 2009

Posted by amriltg in perjalanan.
Tags: ,
add a comment



papakikialya-2

KEJADIAN disuatu siang beberapa minggu lalu yang saya alami saat menumpang taksi dari kantor di kawasan Lebak Bulus menuju workshop di Cakung sungguh sangat membekas dihati. Dering suara handphone sang supir seketika membangunkan saya dari lelap tidur.

“Ya, Ma? Ada apa? Papa lagi nyetir nih,” kata sang supir taksi yang memegang handphone di tangan kanan dan kemudi di tangan kiri.

“Apa? Susu si Nisa sudah habis? Kan’ baru kemarin dibeli?. Iya..ya..tiga hari lalu. Tapi kok cepat amat sih habisnya,Ma?. Biasanya kan’ sekaleng itu bisa buat seminggu?,” sahut si supir menjawab panggilan telepon dan berusaha tidak kehilangan konsentrasi mengemudi.

Saya pura-pura tidak memperhatikan dengan membuang pandangan ke arah samping. Ruas tol Jakarta Outer Ring Road cukup sepi saat itu. Tak banyak kendaraan yang berlalu lalang disana.

“Iya, Ma. Sabar. Nanti Papa beliin setelah kembali dari Pool malam ini,” ujar sang supir akhirnya. Helaan nafas panjang terdengar saat ia menutup telepon.

Menyadari saya memperhatikannya, sang supir mendadak berbalik ke belakang ditempat saya duduk. Raut penyesalan terlihat di wajahnya.

“Maaf ya pak, jadi terganggu tidurnya,”kata si supir santun,”Ini nih anak saya cepat banget minum susunya. Masa’ baru tiga hari lalu dibeli udah habis?. Moga-moga setoran kali ini bisa cukup beli sekaleng”.

Saya tersenyum dan mengangguk mafhum. Sang supir balas tersenyum getir.

Sebagai sesama ayah, saya paham keresahan yang ia alami.

(lagi…)

Berdamai Dengan Ketidaksempurnaan : Sebuah Kisah Tentang Rasa Marah Januari 30, 2009

Posted by amriltg in renungan.
Tags: ,
2 comments


Yang Paling saya tahu tentang Marah adalah, dia lebih banyak melukai diri sendiri ketimbang orang yang kita marahi

– Oprah Winfrey, Pembawa acara TV Terkenal (dikutip dari Majalah Intisari Maret 2007)

Kejadian 12 tahun silam itu masih membekas di ingatan.

Dari tempat kos di Cawang, saya bermaksud menumpang Metromini ke Mall Kalibata untuk membeli buku.

Matahari bersinar sangat terik waktu itu. Rasanya ubun-ubun kepala bagai terbakar. Saya merutuk kesal lupa membawa topi yang sudah saya siapkan sebelumnya dikamar kos.

Saat akan turun, terjadilah musibah itu. Bis yang saya tumpangi itu melaju kencang sebelum kaki saya benar-benar menapak kokoh dijalan. Tak ayal saya pun jatuh terguling-guling diatas aspal. Masih untung, saya memiliki “peredam kejut” yang lumayan mumpuni berupa bokong yang padat montok sehingga ketika tubuh jatuh berdebum di aspal tidak terlalu menghasilkan akibat yang parah.

Tapi tetap saja sakit.

Celana Jeans saya kotor dan ditambah rasa malu bukan main disaksikan sejumlah orang yang berada di depan mall.

(lagi…)

Kematian Itu Nasehat Kehidupan Januari 29, 2009

Posted by amriltg in kenangan, renungan.
add a comment

bersama almilham

Saya bersama Almarhum Ilham, duduk disebuah acara Bazaar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UNHAS, sekitar bulan Juli tahun 1992

Judul posting diatas diucapkan oleh Agus Kuncoro Adi, pemeran Azzam pada sinetron “Para Pencari Tuhan Jilid 2″ di SCTV kemarin subuh (Rabu, 10/09). Sebuah ucapan yang cukup menghentak kesadaran dan menjadi ironi, terlebih ketika itu, saya baru saja tertawa terpingkal-pingkal saat Bang Jack (Deddy Mizwar) memperagakan cara menghadapi mati “yang baik dan benar” kepada ketiga anak angkatnya Chelsea, Barong dan Juki (Grup Lawak Bajaj). Ucapan Azzam itu begitu menggetarkan dan membuat saya duduk terpaku di kursi. Termenung dalam diam.

Saya tiba-tiba terkenang pada salah seorang sahabat saya, rekan satu angkatan di Teknik Mesin UNHAS, yang telah lebih dulu “pergi” menghadap sang Pencipta, Ilham (1970-2003).

Kepedihan mendalam saya rasakan saat menerima kabar kematian Ilham disebuah siang yang lengas tahun 2003. Di ujung telepon, Arief Muqarrabin, rekan satu angkatan saya dan juga pasangan satu skripsi Ilham mengabarkan kabar duka itu. Suaranya bergetar menahan keharuan. Tenggorokan saya tercekat, tak sabar mendengar berita yang akan disampaikan. “Fik, Ilham telah wafat, tadi malam karena kecelakaan kerja di Jambi”, ujar Arief pelan. Kami mendadak tercekam dalam sebuah kebisuan panjang. Dada saya terasa sesak, begitu deras rasanya kesedihan dan keharuan melanda hati. Saya hampir tak bisa berkata apa-apa lagi. Nyaris tak percaya rasanya, sahabat akrab saya itu wafat dalam usia relatif muda.

(lagi…)

Binar Mata Gadis Kecil Yang Menggigil Januari 28, 2009

Posted by amriltg in perjalanan, renungan.
Tags: ,
add a comment


Anak sekecil itu berkelahi dengan waktu
Demi satu impian yang kerap ganggu tidurmu
Anak sekecil itu tak sempat nikmati waktu
Dipaksa pecahkan karang lemah jarimu terkepal…

(Iwan Fals, Sore Tugu Pancoran)

anak_jalanan.jpg

Tanpa sadar air mata saya tumpah disebuah sore yang muram dan kuyup dibasuh hujan yang turun sangat deras.

Peristiwa mengesankan itu terjadi kemarin. Selama ini, sejujurnya, saya hampir tak pernah merasa semelankolis itu. Tapi pemandangan pilu yang berada di hadapan saya seketika membuat batin saya tersentak dan terasa begitu ngilu mengiris nurani.

Hari itu , seperti biasa, jika bis yang membawa saya pulang dari kantor ke Bekasi Timur (dari sana saya melanjutkan lagi ke rumah di Cikarang) tidak tersedia, saya akan naik bis alternatif yang menuju ke Terminal Kampung Rambutan lalu kemudian melanjutkan dengan bis lain ke Bekasi Timur. Saya naik bis 610 (ukurannya sebesar Metromini/Kopaja) jurusan Lebak Bulus-Kampung Rambutan, dari sebuah halte di seberang kantor saya.

Sejak pukul empat sore hujan mengguyur deras kawasan Lebak Bulus dan sekitarnya. Untunglah, sejak berangkat dari rumah saya sudah menyiapkan jaket, payung dan topi sebagai antisipasi bila hujan deras terjadi. Kurang lebih 15 menit menunggu di halte tak lama kemudian muncullah bis 610 yang sudah dengan kondisi nyaris miring kekiri saking penuhnya. Setelah melipat payung, saya segera melompat ke dalam bis dan ikut “bergelantungan” serta berdesakan bersama penumpang-penumpang lain yang tidak mendapatkan tempat duduk. Bis langsung melaju kencang memasuki Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta.

(lagi…)

Untuk Mereka, Yang Menyisakan Jejak Indah di Batin Januari 27, 2009

Posted by amriltg in kenangan, pendidikan.
Tags: ,
add a comment

webversion.jpg

Iizinkan saya membagi sebagian serpih-serpih kenangan tentang beberapa orang guru saya sejak SD hingga Universitas yang telah menorehkan jejak kenangan indah di batin saya, hingga sekarang. Tulisan yang saya buat ini sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan saya buat mereka atas jasa-jasa guru-guru tercinta yang telah mendidik saya dan memberikan saya banyak pelajaran penting tentang hidup dan kehidupan, tentu dengan tidak mengabaikan jasa guru-guru saya lainnya yang telah berperan begitu besar selama saya menempuh pendidikan dari jenjang TK hingga menyelesaikan kuliah di Universitas.

1. Ibu Herlina, Guru SD Negeri I Kab.Maros

Saya mengenang guru dan wali kelas saya di SD Negeri I Kab.Maros dikelas V dan VI ini sebagai seorang guru yang sabar, telaten dan tabah menghadapi kami, murid-muridnya yang tengil. Saya ingat betul, pernah, kami 5 orang murid paling bandel dikelas tersebut membolos melalui cara memanjat jendela kelas yang kebetulan berbatasan langsung dengan gerbang sekolah. Kami dipergoki beliau dengan sukses dan apesnya itu terjadi ketika saya yang memanjat terakhir sedang siap turun dari jendela. Tak ayal kami berlima dihukum didepan kelas dengan berdiri satu kaki seraya memegang telinga. Beliau lalu menasehati kami dengan lemah lembut dan mengingatkan bahwa kami mesti belajar dengan tekun agar menjadi anak yang pandai sesuai harapan orang tua kami. Dengan logat khas asal Tana Toraja, Ibu Herlina memberikan saya pemahaman yang begitu dalam tentang arti mengemban amanah orang tua dengan belajar tekun, rajin dan tidak nakal di sekolah. Ucapan-ucapan beliau yang tulus itu masih membekas dihati saya sampai kini. Alhamdulillah, meski saya sempat “beken” sebagai anak bandel, saya berhasil meraih rangking-2 saat menamatkan studi di SD Negeri I Maros, tahun 1983.

(lagi…)

Meet Matt : Sukses Karena Berbagi Januari 27, 2009

Posted by amriltg in blog dan romantikanya.
Tags: , ,
add a comment


Acara Wordcamp Indonesia 2009 —sebuah ajang pertemuan non formal bagi para pengembang, pengguna dan penggemar blog engine wordpress di Indonesia– yang digelar di Erasmus Huis Kuningan Jakarta Selatan, pada Hari Sabtu-Minggu, 17-18 Januari 2009 seminggu lalu, menyisakan begitu banyak kesan mendalam.
Salah satunya adalah pertemuan saya dengan Matt Mullenweg , penggagas WordPress, blog engine paling popular di dunia serta satu diantara 25 orang yang paling berpengaruh di dunia web versi majalah Business Week danperingkat kelima dari 10 pengusaha muda terkaya didunia dibawah usia 25 tahun dengan asset hingga USD 40 Juta

Saya sama sekali tak menyangka, sosok Matt yang semula saya bayangkan akan tampil layaknya eksekutif muda,kaya dan rupawan yang kerap kita temui di layar sinetron televisi Indonesia (memakai jas, berdasi dan berdandan parlente) justru tampil sangat casual, jauh dari kesan formal. Saya bahkan nyaris tak mengenalinya ketika ia datang di lokasi acara, sampai kemudian Valent Mustamin, sang ketua Panitia Wordcamp memanggil pria kelahiran Houston 11 Januari 1984 itu. Terus terang saja saya sempat tidak yakin karena fotonya beda jauh dengan yang ditayangkan di Wikipedia.

Tapi itu memang dia. Young, Cool and Smart

(lagi…)

Memaknai Rasa Syukur Januari 26, 2009

Posted by amriltg in renungan.
Tags:
add a comment

Di atas bis saat berangkat kerja, saya sempat tersenyum-senyum sendiri membaca kisah berjudul “Bersyukur dan Bersabar” yang ditulis oleh Makmun Nawawi pada buku kompilasi tulisan Hikmah REPUBLIKA bertajuk “Pahala itu Mudah” (Penerbit Republika, 2005). Sang penulis mengutip sepenggal cerita yang dikutip dari kitab Mi’atu Qishshah wa Qishshah fi Anisish-Shalihim wa Sa-miril Muttaqin karya Muhammad Amin al-Jundi.

Diceritakan bahwa, Imran bin Haththan, suatu hari, masuk rumah untuk menemui istrinya. Imran adalah seorang yang buruk muka, tak ganteng, lagipula pendek, sementara itu, istrinya begitu cantik. Tatkala ia memandang istrinya, wanita itu bertambah cantik saja dalam pandangannya. Dia pun tak mampu mengekang dirinya untuk terus menatap sang istri.

Lalu istrinyapun keheranan dan bertanya,”Ada apa denganmu, suamiku?”

“Alhamdulillah, engkau sungguh seorang wanita yang cantik sekali,”jawab Imran spontan.

“Berbahagialah, karena aku dan engkau berada dalam surga,” kata istrinya lembut.

“Darimana engkau tahu itu?”, tanya Imran keheranan.

Istrinya menjawab,”Karena engkau telah diberi wanita seperti aku lalu engkau bersyukur, sedangkan aku diuji dengan seorang pria seperti engkau dan aku bersabar. Sementara itu, orang yang sabar dan bersyukur, keduanya berada dalam surga”.

Mendadak lamunan saya melayang.

(lagi…)

Ronda Malam dan Upaya Melapangkan Jiwa Januari 25, 2009

Posted by amriltg in Lingkungan.
add a comment


Tadi malam, Sabtu (24/1) merupakan waktu gilirposronda-400an saya untuk ronda malam di Rukun Tetangga (RT 02/RW 02) tempat saya dan keluarga bermukim (Jalan Antilop 5 H3/110 Perumahan Cikarang Baru, Kota Jababeka). Ini adalah kali kelima saya menjalani aktifitas ronda malam RT dan kebetulan pula, saya ditunjuk sebagai komandan Regu C (dari 10 regu) yang membawahi 16 orang peserta ronda. Sebuah kehormatan tersendiri tentu saja (secara jadi komandan getu looh!..hehehe D )

Saya tidak tahu persis apa pertimbangan pihak RT menunjuk saya sebagai komandan regu, padahal sebagai lelaki montok menggemaskan dengan berat tubuh yang cukup “memprihatinkan” ini, plus usia “uzur” yang menjelang “kepala 4″ tentu akan sangat sulit mengejar maling. Terlebih bila si maling bertubuh kecil, langsing dan ringan, maka pasti dijamin saya akan mengejarnya dengan nafas ngos-ngosan dan bisa-bisa pingsan ditengah jalan. Barangkali mungkin, karena berat badan berbanding lurus dengan besar suara saya yang cukup menggelegar, sehingga jadilah saya didaulat menjadi komandan regu ronda. Kawan-kawan juga secara berseloroh memanggil saya sebagai “Ndan” singkatan dari “Komandan”. Keren bukan?. Serasa jadi Perwira Militer gitu looh! D

Jadwal ronda malam memang hanya khusus malam minggu saja. Sebab mulai malam senin-malam sabtu, sudah ada petugas ronda khusus yang dibayar gajinya secara patungan oleh warga dan dikoordinasi oleh pihak RT.

(lagi…)

Sebuah Memori Tentang Kekuatan dan Ketabahan Hati Januari 22, 2009

Posted by amriltg in keluarga, kenangan.
Tags: ,
add a comment

MATAHARI belum menampakkan sinarnya dan kabut masih membayang tipis , pada pagi yang riuh di Pintu Gerbang masuk Kampus Universitas Hasanuddin Tamalanrea, suatu hari di bulan Agustus 1989. Bentakan, makian dan seruan para senior membahana, bergemuruh menikam langit menyambut kedatangan mahasiswa baru untuk menjalani masa OPSPEK (Orientasi Pengenalan Kampus) hari pertama.

Dengan menumpang motor dinas HONDA WIN, saya diantar ayah menuju kampus. Semalaman saya sama sekali tidak bisa tidur dan terbayang-bayang “pembantaian” yang bakal saya alami oleh jajaran senior Fakultas Teknik yang terkenal keras itu. Diatas motor yang melaju pelan menuju kampus, saya tidak dapat menyembunyikan kegundahan hati saya. Jarak tempuh dari rumah kami di Maros menuju ke kampus Tamalanrea sekitar 25 km. Beberapa kali saya sempat memperbaiki letak duduk di sadel motor sekedar menepis kegusaran yang melanda hati.

Ayah saya mengendarai motornya dengan kecepatan konstan. Tenang dan penuh perhitungan. Saya tak tahu apakah keresahan yang sama juga beliau rasakan seperti yang saya alami saat itu. Tangan kiri saya menggenggam erat sebuah balon gas berwarna biru dan dipundak kanan saya sebuah tas karung terigu yang berisi keperluan saya selama OPSPEK. Saya mengenakan kaos merah bertuliskan “Kacung OPSPEK Teknik UNHAS 1989″ dan scarf bergambar tengkorak yang juga berwarna merah diikat menyelubungi kepala saya yang gundul plontos.

Saat motor yang kami tumpangi sampai kedepan gerbang kampus, saya tak juga turun dari sadel motor. Ketakutan seketika melingkupi batin saya. Ayah lalu menoleh kebelakang.dan berseru tegas.

“Turun !”

Dengan perasaan enggan, saya turun dari motor. Teriakan dan hardikan para senior terdengar kencang, menciutkan nyali. Ayah lalu memandang saya tajam. Sorot matanya terlihat deras mengalirkan spirit keyakinan.

(lagi…)

Menikmati Sekeping Surga Di Rumah Januari 21, 2009

Posted by amriltg in keluarga, renungan.
add a comment

SAYA selalu menikmati “ritual” harian itu.

Setiap malam di hari kerja, usai pulang kantor, saat membuka pintu pagar rumah, kedua anak saya, Rizky dan Alya datang menyambut kedatangan saya dengan kegembiraan membuncah. Mereka menghambur ke pelukan saya dan sembari berteriak senang. Alya minta digendong dan Rizky membawakan tas ransel saya. Jalannya terseok-seok karena mesti memanggul tas ransel yang cukup berat itu.

Semua kelelahan yang saya alami menempuh perjalanan Cilandak-Cikarang sejauh 40 km mendadak sirna sesaat setelah melihat wajah ceria kedua “malaikat” kecil saya itu. Saat duduk terhenyak di sofa kursi tamu, tangan-tangan mungil itu bergerak membantu melepaskan kaos kaki dan sepatu saya.

“Capek ya Pa?”, tanya Alya prihatin seraya memijit lengan saya.

“Ya, iyalah..Papa capek, kantornya jauh banget,” sahut Rizky spontan. Ia lalu merapikan sepatu saya yang telah dilepas ke pinggir. Si sulung itu lantas duduk disamping saya sembari turut membantu memijat lengan sebelah kanan.

“Oh..kasihan ya Papaku,”ujar Alya penuh simpati sambil mendaratkan ciuman di pipi.

Saya tersenyum, kedua buah hati saya bagaikan purnama menerangi kegelapan hati. Mendengar ungkapan keprihatinan mereka atas “derita” ayahnya mesti mencari nafkah jauh dari rumah, bagai setetes embun kesejukan yang membelai sanubari. Lenyap sudah semua keletihan yang melanda tubuh hari ini.

(lagi…)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.